Kamar Pertama

Menjelang tengah malam, aku masih terjaga. Mata ini rasanya sulit untuk dipejamkan. Putaran waktu yang membawaku kembali berbaring disini. Di tempat tidur kenangan kamar pertamaku.

Di pojok kanan masih setia buffet besar dengan cermin lebar di kedua sisinya. Tepat di seberangnya berdiri meja belajar kayu yang sudah mulai reyot. Meja ini dulu selalu setia menemaniku melewati malam-malam dalam suka dan duka. Beberapa coretan masih tampak terbaca walaupun sudah mulai memudar. Loster yang dilengkapi palang besi masih seperti yang dulu kokoh tapi agak sedikit kuno. Debu tipis menutupi cat yang sudah lapuk dimakan usia.

Ibu selalu cerita kalau saya dilahirkan di kamar ini. Atas alasan itulah beliau menjadikan kamar ini sebagai kamar pertamaku saat aku mulai tidur terpisah dari orang tua. “Kamar ini, bernilai sejarah” katanya.

Aku mencoba menyapa kursi. Dia tampak girang melihatku kembali setelah puluhan tahun tidak bertemu. “Kemana saja kamu?” katanya. Aku coba meminta maaf atas kelalaianku selama ini. Dia kemudian menjelaskan panjang lebar bahwa selama ini sangat merindukan kedatanganku ke kamar ini lagi. “Walaupun reyot begini, aku pernah menyangga kau saat belajar dulu” ujarnya dengan nada sedih. Tiba-tiba ranjang menangis sesegukan. Aku coba menenangkanya dan meminta maaf sebagaimana yang kulakukan ke kursi. “Aku juga sama. Sudah bertahun-tahun tidak dihiraukan olehmu” katanya sambil menangis.

Mereka menyadarkanku bahwa begitu banyak jasa orang lain yang membuat kita pada posisi sekarang ini. Sebagai manusia waras, Sangat naif jika kesuksesan yang diraih pada saat ini bukan semata-mata hasil kerja keras sendiri. Semua itu adalah serangkaian andil dari mahluk lain. Bahkan benda mati sekalipun.

Kamar kenangan

Lewat tengah malam…

Iklan

Cerita Seorang Teman

Rasanya sudah lama sekali tidak posting di blog ini. Akhir-akhir ini minat untuk menulis menurun drastis entah kenapa. Sampai dalam suatu perjalanan pulang dari kantor di tengah sesaknya Ibukota hasrat itu muncul lagi. Tidak bisa dipungkiri bahwa menulis bagi saya pribadi mendatangkan kepuasan tersendiri. Katanya menulis dapat memberitahu orang bahwa kita pernah hidup di masa lalu. Saya jadi membayangkan anak kita akan mendapati tulisan-tulisan di masa lalu dengan memasukan keyword nama ayahnya di mesin pencari. Setidaknya dia akan yakin bahwa ayahnya pernah hidup di dunia. He… He…

Dalam tulisan perdana ini pertama-tama saya mengucapkan Selamat Idul Fitri bagi teman sekalian semoga Ibadah puasa selama sebulan penuh diterima oleh Allah SWT. Aaaamiin. Berbicara tentang Idul Fitri erat kaitannya dengan mudik. Nampaknya mudik sudah menjadi tradisi yang mendarah daging dalam kultur masayarakat Indonesia. Mudik biasanya dijadikan ajang untuk silaturrahim mempererat tali persaudaraan yang selama ini kendor karena berbagai hal. Disitu kita bertemu dengan orang tua,kerabat dan teman-teman. Ada cerita menarik saat bertemu dengan teman-teman lama kemarin. Sebagian besar dari mereka telah menuju ke arah yang lebih baik dalam hal agama. Tampaknya keberhasilan dan kesuksesan hidup yang telah mereka raih tidak menjadikannya congkak dan sombong. Tetapi justru semakin mendekatkan mereka untuk terus beribadah kepadaNya. Sungguh luar biasa… Mereka memandang dunia begitu kecil jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Bahkan seorang teman berkata “untuk apa kita mengorbankan 1,5 jam waktu akhirat demi mengejar kehidupan dunia yang tidak seberapa…? Gak rela saya mah Vin” ujarnya dengan logat sundanya yang khas.

Dalam perjalanan pulang, saya tertegun memikirkan kata-kata teman di pertemuan tadi. Seorang teman yang dulu nakal, tukang onar bisa berbalik arah menjadi manusia yang baik dan mempunyai visi yang jelas tentang hidup ini. Duh saya jadi malu sendiri. Benar sobat semoga pertemuan ini menyadarkan saya juga bahwa dunia bukan segalanya. Bahwa akan ada kehidupan lain sesudah kehidupan dunia fana ini.. Bahwa manusia akan dimintai pertanggun jawaban atas semua yang telah dilakukan.. Ampuni aku Yaa Allah..

Sementara sekian dulu tulisan singkat ini semoga dapat memicu semangat untuk lebih banyak berkarya dan bermanfaat dalam setiap babak kehidupan yang dilalui…

Salam

Selamat Jalan Adiku…

Sabtu sore pada akhir Agustus , Ibu memberi kabar yang kurang sedap. Resta (adik saya) mengalami kecelakaan pada Kamis dini hari. Hampir seluruh badanya terbakar pada peristiwa kebakaran yang menimpa tempat kerjanya di Batam. Keadaan ini membuat dia harus dirawat secara intensif di rumah sakit terdekat. Link beritanya dapat dibaca disini dan disini.

Sedih sekali mendengarnya. Rasanya baru kemarin dia menanyakan kepada saya tentang bagaimana rasanya merantau, bagaimana tata krama sebagai seorang pendatang, dan masih banyak hal-hal yang dia tanyakan. Dengan antusias dia mendengarkan pengalaman saya ketika pertama kali merantau ke luar pulau. Juga tentang cerita-cerita para pendatang yang pernah saya alami. Pada akhir obrolan saya berpesan kepadanya untuk selalu berlaku baik dimanapun kita berada.

Dan pada malam ini Senin 1 September 2014 tepat pukul 19.30 WIB, adik saya tercinta telah meninggalkan kami semua. Di usia yang baru menginjak delapan belas tahun dia tidak sempat menikmati keceriaan masa remaja. Saya masih ingat cerita ibu bahwa kepergianya ke Batam untuk bekerja hanya semata-mata untuk membahagiakan orang tuanya. Tak kuasa air mata ini mengalir. Sungguh mulia cita-citanya. Dan kini takdir berkata lain dia harus pergi meninggalkan kesedihan kepada kami semua. Dia hanya meninggalkan sebuah pesan bahwa kematian hanyalah sebuah giliran. Selamat jalan adiku doa kami selalu untukmu. Semoga amal ibadahmu diterima disisiNya. Allohumaghfirlahu warhamhu wa’afiihi wa’fu ‘anhu. Dan saya tak kuasa untuk melanjutkan tulisan ini… sekian terima kasih.

Manado Jo…

IMG_20140521_063527Minggu kemarin saya berkesempatan mengunjungi Manado. Ini kunjungan pertama kali ke kota ini dan pertama kali juga menginjakan kaki di pulau Sulawesi. Perjalanan kali ini adalah dalam rangka memperkenalkan sistem aplikasi baru kepada teman-teman di Kanwil. Aplikasinya bernama ALWI dan SRI. He..he.. seperti nama orang saja ya…?. eits ternyata benar, aplikasi ini terinspirasi oleh kepala seksi saya di kantor Pak Alwi dan istrinya Ibu Sri he he. Aplikasi Alwi dan SRI berbasis web dengan database terpusat. Alwi adalah singkatan dari Aplikasi Laporan Wilayah sedangkan SRI adalah Sistem Rekonsiliasi Instansi. Sesuai dengan namanya, Alwi dipergunakann untuk mencetak dan monitoring laporan, dan SRI dipergunakan untuk melakukan rekonsiliasi data. Baca lebih lanjut

Kami Harus Kehilangan Sahabat (Lagi..)

261426_232874270070278_550651_n

Foto Profil Dari Facebook Beliau

Selasa malam tanggal 4 Maret kemarin, tiba-tiba saya dikejutkan oleh berita dari Mas Yuni Sofyan di jejaring sosial bahwa salah satu teman kami dulu di Samarinda Mas Gunawan Ariyanto telah meninggal dunia di RSUD Ternate. Berita ini benar-benar membuat saya dan semua keluarga besar KPPN Samarinda terpukul. Padahal pada tanggal 19 Februari saya sempat chatting dengan beliau. Menanyakan kabar dan kondisi di Ternate. Mas Gun (begitu kami menyapanya sehari-hari) menjadi pegawai KPPN Samarinda sejak tahun 2008 dan merupakan angkatan perintis pembukaan KPPN Percontohan. Sebelumnya beliau ditempatkan di Kantor Wilayah DJPBN Provinsi Kalimantan Timur.
Baca lebih lanjut

Papa T Bob Mana…?

not_balokSuatu malam, Malka terbangun karena kegaduhan anak-anak kecil yang bermain di depan rumah. Padahal malam sudah lumayan larut untuk anak-anak seusia mereka. Saya tidak mempermasalahkan terbangunnya Malka pada malam itu, karena dia terbiasa bangun pada jam-jam seperti ini. Mungkin panasnya Jakarta menggangu ketenangan tidurnya. Yang menarik perhatian saya adalah kegaduhan yang mereka buat.

Di depan orang tuanya, anak-anak itu dengan riangnya menyanyikan lagu dangdut koplo yang sedang hits belakang ini. Saya tidak hafal judulnya tetapi saya tau liriknya. Dan yang lebih mengejutkan lagi isi lagunya sama sekali tidak sesuai untuk anak-anak seperti mereka. Duh saya jadi malu sendiri mendengarnya. Dan yang membuat saya heran adalah orang tua mereka dengan bangganya menertawakan tingkah polah anak-anaknya. Oh…tidak..
Baca lebih lanjut

Gunung Kelud

Bagi sebagian gunung_kelud_20140202_154728besar remaja tahun 90-an, nama Gunung Kelud mungkin tidak asing lagi. Salah satu gaya hidup yang sedang trend pada saat itu adalah memenuhi dinding kamar dengan berbagai poster. Bagi remaja putri mereka menghiasinya dengan gambar artis idola. Sedangkan remaja putra memenuhinya dengan gambar-gambar pemain sepak bola. Poster yang paling laku pada medio tahun 1999 adalah posternya sang maestro dari Juventus Alexsandro Del Piero dan David Beckham  yang pada saat itu bermain untuk Manceshter United. Dua bintang inilah yang paling bersinar di kancah persepakbolaan eropa. Alex menjadi rising star menggantikan pendahulunya  Roberto Baggio sedangkan Beckham mampu menunjukan performa apik di lapangan dan meneguhkan kejayaan United.

Baca lebih lanjut